close

Tahun Depan Arab Saudi Gusur Bus Haji dengan Monorel

Selasa, 01 Desember 2009 | 07:37 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Kepadatan lalu lintas yang selalu terjadi di musim haji di sepanjang jalur Mekkah menuju kawasan Arafah, Mina, Mudzalifah tahun depan mungkin akan berkurang. Pemerintah Arab Saudi pada 2010 akan mengoperasikan monorel. 

Menurut Wakil Menteri Urusan Perkotaan dan Pedesaan Habib Zein Al-Abidin, seperti dikutip Media Center Haji, monorel direncanakan untuk mengangkut 500 ribu orang per hari. Dalam sehari, monorel ini akan beroperasi 6 sampai 8 jam. Sistem angkutan monorel itu akan menggantikan penggunaan 30.000 bus-bus dan kendaran-kendaraan kecil lain yang digunakan untuk layanan angkutan jemaah haji selama ini

Tahun ini, kepadatan arus lalu lintas di kawasan itu luar biasa. Jalur Mina-Mekkah yang cuma enam kilometer harus ditempuh selama 3 sampai 5 jam. Bahkan, berjalan kaku pun lebih cepat ketimbang naik mobil, hanya butuh waktu dua jam.

Pemerintah Arab, sebenarnya sudah berjuangmengatasi kemacetan lalu-lintas. Mereka membangun sejumlah terowongan, dan jembatan layang, tetapi melayani tiga juta jemaah haji memang tidak gampang.

Karena itu seja dua tahun terakhir ini muncul gagasan membangun monorel. "Angkutan monorel akan menekan beban masalah lalu-lintas di lokasi-lokasi ibadah haji," tutur Habib Zein.

Jika proJek ini dinilai berhasil, jaringan angkutan monorel akan dikembangkan terus di luar lolasi-lokasi peribadatan haji. Contohnya menghubungkan Mekkah dengan Madinah yang selama ini harus ditempuh selama tujuh jam. Jarak Mekkah Madinah adalah 420 kilometer. Kemungkinan, proyek monorel ini juga akan diterapkan di kota Mekkah, untuk menghubungkan kawasan pemondokan dengan Masjidil Haram.

Untuk tahap pertama, pemerintah Arab menginvestasikan SR 6,7 miliar atau Rp 167,5 triliun. Proyek ini adalah kerja sama pemerintah Arab Saudi dan Cina. Proyek mega triliunini diharapkan bisa mengangkut lima juta penumpang.

MCH | BS

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Topik :

Komentar Anda :

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan