Suripto:Ini Kampanye Hitam untuk Partai Kami

 

Lama tak muncul, nama Suripto masuk pusaran kisruh pembagian kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian. Anggota Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera ini diduga berperan besar memuluskan jalan Basuki Hariman, pemilik dua perusahaan importir, guna mendapatkan jatah besar kuota impor daging.

Bekas anggota Badan Koordinasi Intelijen Negara ini bergerak melalui orang kepercayaannya, Tafakur Rozak Soedjo. Direktur Pengelolaan Sumber Daya Alam (PSDA) Watch ini menjadi penghubung Suripto dengan para pejabat di Direktorat Jenderal Peternakan dan importir.

Ditemui Fery Firmansyah dan Agoeng Wijaya dari Tempo, di kantor PSDA, Mampang Prapatan Raya, Jakarta Selatan, Rabu sore pekan lalu, pria kelahiran Bandung 20 November 1936 ini menangkis keterlibatannya. Rozak, yang mendampingi Suripto, sesekali ikut menimpali dan memberikan jawaban.


Benarkah Anda bisa mempengaruhi pejabat Kementerian Pertanian dalam memutuskan kuota impor daging?
Itu cuma gosip. Tentu saja saya membantah. Andai kata benar, tentu saya akan membantah. Tolong saya dikonfrontasi dengan pejabat atau importir yang mengatakan itu. Saya tak punya perusahaan yang berkaitan dengan impor daging. Jadi, mengapa saya dihubung-hubungkan dengan masalah ini?


Bukankah Anda dan Rozak pernah bertemu dengan Prabowo Respatiyo, Direktur Jenderal Peternakan, dan meminta agar membantu pengusaha daging?
Selama dua Menteri Pertanian terakhir (yang dijabat tokoh-tokoh PKS-Red.), saya tidak pernah menginjak Kementerian Pertanian. Kecuali saat saya menjadi sekretaris jenderal di Departemen Kehutanan. Saya tentu bolak-balik ke sana.

Rozak: Saya tidak ada hubungan ke sana. Segala kebijakan tentu dilakukan oleh pejabat berwenang. Bagaimana mungkin kami yang tak memiliki hubungan struktural bisa memberi perintah kepada pejabat di sana? Kalau ada yang pernah melihat kami, apa ada buktinya? Rekaman kamera CCTV -(closed circuit television) atau apa pun.

Saya mendengar dari kawan-kawan, tadi sore ada rapat antara importir yang surat persetujuan pemasukannya disetop. Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamurthi sudah memutuskan itu. Faktanya, pejabat di sana yang menentukan. Jadi, informasi tadi itu fitnah.


Anda dekat dengan Basuki Hariman, pemilik CV Sumber Laut, yang mendapat perlakuan istimewa di Kementerian Pertanian?
Mungkin saja saya pernah berkenalan di satu tempat, atau saat sedang makan di hotel atau di mana pun. Tapi saya tak ingat nama ini. Apalagi jika disebut dia minta saya memuluskan proyek impor daging. Itu tidak benar.


Dalam impor daging, kabarnya PKS campur tangan melalui Anda, Rozak, lalu ke pejabat Kementerian?
Kalau orang-orang PKS berbisnis, mungkin saja, tentu dengan ketentuan dan aturan main yang jelas. Kriterianya profesionalisme, persaingan bebas, dan transparansi. Siapa saja bisa, kan? Tudingan miring kepada PKS terlibat kisruh daging impor hanya kampanye hitam dan propaganda untuk mendiskreditkan partai kami. Nama saya juga dibawa-bawa. Saya lihat sasaran akhirnya agar Menteri dari PKS segera turun, apalagi sekarang muncul isu -reshuffle. Ini agar ada alasan bagi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengganti Menteri Pertanian Suswono.

Rozak: Coba saja Anda buktikan. Saya yakin juga ini propaganda hitam.


Anda juga disebut-sebut sering mencampuri urusan Kementerian, dari mutasi pejabat hingga mengumpulkan dana umat?
Tidak ada itu. Lantas menterinya jadi apa, dong? Saya ini apalah. Kerja saya cuma baca buku. Kok, bisa pejabat sampai harus sungkem ke saya. Soal pengumpul dana umat, jika saya bisa..., alhamdulillah, tapi kalau mengumpulkan dana umat dari Kementerian, saya tak bilang tidak. Selusuri saja indikasinya.


Adakah kebijakan partai untuk menggalang dana dari proyek Kementerian?
Kalau kebijakan partai, penentunya tentu Presiden Partai (PKS). Saya duduk di Majelis Pertimbangan Partai (MPP), dewan penasihat yang ikut merumuskan kebijakan. Apakah ada kebijakan dari MPP soal itu (menggalang dana), jelas tidak ada. Di luar itu, tanya Presiden Partai.