JAKARTA - Belum adanya sentimen kuat yang mampu menggerakkan pasar membuat rupiah cenderung stabil. Pada transaksi kemarin rupiah ditutup Rp 9.175 per dolar Amerika Serikat, menguat tipis 5 poin dibanding posisi sebelumnya, Rp 9.180.
Pengamat pasar uang PT Integral Investama, Tony Maryano, mengungkapkan bahwa kembali naiknya harga komoditas di pasar internasional membuat peluang dolar menguat terhadap rupiah sangat terbatas. "Selain itu, dolar sedang tertekan terhadap mata uang utama dunia," ujarnya.
Namun, naiknya harga-harga barang di dalam negeri yang berdampak pada daya beli masyarakat menurun serta akan memicu tingginya inflasi membuat penguatan rupiah juga tertahan, begitu tuturnya.
Tony memprediksi rupiah hari ini akan kembali ditransaksikan pada kisaran Rp 9.150-9.200 per dolar AS. VIVA BK