JAKARTA - Harga minyak dunia yang terus membubung mendekati US$ 124 per barel membuat rupiah terkulai. Pada penutupan kemarin, rupiah melemah 50 poin menjadi Rp 9.265 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp 9.215.
Seorang praktisi pasar uang dari bank asing di Jakarta mengatakan harga minyak dapat memicu lonjakan harga-harga dan ujungnya akan bermuara pada tingginya laju inflasi. Imbasnya, suku bunga akan naik, harga obligasi, dan saham akan jatuh. "Inilah yang dicemaskan para pelaku pasar," katanya.
Subsidi minyak, menurut dia, kalau bisa dihapuskan semua agar tidak terus membebani keuangan pemerintah serta menyehatkan ekonomi. "Walau ongkos politik yang ditimbulkan memang mahal," katanya. VIVA BK